.feed-links{ display:none;

Senin, 08 Juni 2015

Karipap Pusing

Bismillah,

Mengacu pada perpustakaannya 'Uncle Google', Karipap ini berasal dari Kawasan Asia Tenggara; Brunei, Singapura, Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia, kita mengenalnya dengan nama Pastel. Sedangkan di Johor -Malaysia, Karipap disebut juga dengan Epok-epok. Kalau dilihat dari isiannya antara pastel Indonesia dan Karipap negeri jiran hampir sama yaitu berisi,kentang,wortel serta ayam/daging. Namun, pada karipap terdapat tambahan bubuk kari-nya sesuai dengan namanya Kari-pap. Karipap berdasarkan isiannya terdiri dari karipap daging, karipap ayam, karipap ikan/temosa, karipap pusing dan karipap mini.

Karipap Pusing sendiri adalah salah satu  jenis  karipap dari banyak jenis karipap yang sudah tersebut di atas yang kulitnya berlapis-lapis dan bagian tengahnya membentuk corak berpusing-pusing atau berputar - putar seperti rumah keong serta memiliki tekstur yang lebih renyah dibanding jenis karipap yang lain. Kalau Anda suka menemani anak2 melihat "Upin dan Ipin", Anda tentu tak asing dengan istilah Karipap Pusing yang dijual Kak Ros dan bisa membayangkan bentuknya meskipun belum pernah berkunjung ke Malaysia..Karipap Pusing ada juga yang menyebutnya dengan Pastel Singapura.
 
Nah, saya ingin bercerita sedikit dengan perjuangan saya untuk mendapatkan resep yang pas dan teknik yang sesuai. Pertama kali mencoba, saya menggunakan resep *ini ..waktu itu langsung berhasil meskipun pake ilmu asplung (asal cemplung)...berbulan-bulan kemudian, pas lihat resepnya bu Fat kok jadi pengen buat lagi. Dengan tekad bulat,saya gunakan 1/2 resep pastel singapura-nya Ibu Fatmah Bahalwan NCC. Rasanya lumayan,tapi tekstur putarnya tidak nampak sama sekali. Kemudian saya pikir, "ah, coba ganti resep yang dulu aja". Dan hasilnya saudara2?. Yaah tetap gagal*hiks 3x.. padahal kali ini saya mengukurnya betul2. Wah berarti saya dulu, untung2an dan pas untung saja waktu itu*LOL. Lalu saya posting di wall fb, siapa tahu ada yang bisa kasih masukan dan saran. Alhamdulillah gayung bersambut, mba Ita ownernya Dapur Griya Khayangan memberikan pencerahan untuk mencoba resep beliau...langsung dech,saya tengok ke dapur-nya mba Ita yang memang sering banget saya  sambangi (jazakillah khoir mba atas semua inspirasinya ^-^). Alhamdulillah dari rasa pas banget dengan yang saya mau rasanya 'crunchy' ,bentuknya kokoh tapi tidak alot( begitu digigit kress2x) dan gurih ,hanya saja lagi-lagi saya gagal membentuk corak putarnya...*huhuhu. Hingga satu ketika karena saking penasarannya sampe tak nyenyak tidur,saya menemukan satu blog yang menyajikan teknik yang berbeda dari yang biasanya. Ditambah ada panduan membuat karipap pusing yang saya lihat di youtube. Saya pikir, kenapa tidak? Dengan resep mba Ita yang sudah pas di lidah saya dan teknik yang saya rubah. Alhamdulillah akhirnya saya berhasil (walau belum secantik punya mba Ita) setelah entah berapa kali saya mencoba..(gigih banget eeuy). Setelah saya amati karipap pusing buatan food blogger Malaysia, yang menggunakan shortening/mentega putih seperti resepnya mba yatie, layernya lebih hidup(lebih tampak 3D) dibanding dengan yang menggunakan margarin. Tapi, semuanya juga tergantung dari si pembuatnya juga. Kalau si pembuat memang sudah tingkatan mahir binti lihai, biar dengan margarin pun tetap cantik layer-nya seperti kepunyaan bu Fat dan mba Ita.
Baik, itulah cerita perjuangan saya membuat karipap pusing ini sehingga menemukan teknik yang pas untuk saya. Dan semoga teknik ini juga mempermudah Anda untuk mengeksekusinya sehingga tidak perlu berkali2 gagal seperti saya. Untuk resep dan teknik aslinya bisa dilihat di Dapur Griya Khayangan

KARIPAP PUSING
Oleh:  Ariesta Mikdar Gunawan
Modifikasi teknik: Detik Viliana


Bahan Kulit
Bahan A:
150 gr terigu
50 gr margarin
30 ml minyak goreng

Bahan B:
350 gr terigu
50 gr minyak goreng,panaskan
1/2 sdt garam halus
1/2 sdt gula pasir
150 ml air putih

Bahan isi (oleh Detik Viliana):
25 gr margarin
200 gr wortel potong dadu kecil
150 gr kentang potong dadu kecil
150 gr dada ayam  rebus lalu potong dadu kecil.
5 buah bawang merah,cincang halus
2 bh bawang putih,cincang halus
1 bh daun bawang ukuran sedang,iris halus.
1 sdt garam(sesuai selera)
1 sdt gula pasir
1/4 sdt merica.

Cara:
- Tumis bawang merah,bawang putih, dan daun bawang dengan margarin hingga harum.
-Masukkan ayam tumis sebentar. Tambahkan wortel dan kentang lalu tuangi air. Rebus hingga lunak dan airnya menyusut dan habis. Beri garam,gula dan merica. Tes rasa jika cukup,matikan api dan dinginkan.

Cara Membuat Kulit Karipap:
1. -Campur bahan A lalu bulatkan.Tutup dengan serbet. Masukkan kulkas 15 menit.
    -Campur bahan B hingga kalis lalu bulatkan. Tutup dengan serbet yang dibasahi dengan sedikit air dan     diamkan 15 menit.
2. Gilas adonan B melebar lalu masukkan adonan A ke dalamnya. Lalu tutup rapat dengan menyatukan ujung-ujungnya dan bulatkan. Taruh di wadah dan tutup serbet lembab. Istirahatkan selama 30 menit..
3. Gilas tipis membulat adonan yang A dan B yang sudah disatukan tadi. Lalu potong dengan pisau tanpa putus dari pinggir ke tengah.
4. Lalu gulung dari satu ujung dengan cara digulung terus hingga bertemu di ujung terakhir membentuk seperti rumah siput.
5. Tutup dengan serbet lembab dan diamkan 10-15 menit.
6. Gilas tipis melebar dan memanjang membentuk persegi panjang.
7. Gulung dari ujung adonan hingga habis. lalu padatkan. Tutup serbet dan diamkan 5 menit.
8. Potong2 adonan setebal 1-1.5 cm.
9. Gilas tipis melebar dan beri isian seperti di atas atau sesuai selera.
10. Hasil akhir karipap pusing setelah diberi isian.

NOTE:
- Isian karipap pusing seharusnya berintikan Kari .Berhubung anak2 kami tidak menyukai rasa pedas kari, maka saya ganti isian pastel biasa. Karena itu isiannya bisa disesuaikan selera masing-masing.
- Membuat kulit karipap pusing ini kuncinya harus sabar dan tidak boleh terburu-buru.


 SELAMAT MENCOBA^-^


 
 

Minggu, 07 Juni 2015

Gado-gado Surabaya

Bismillah,

    Di hari Sabtu yang cerah minggu lalu, suami kangen banget gado2 asli Surabaya...Eits,emang ada ya Gado2 Surabaya yang KW?..ya adalah..mau bukti?Jadi cerita dikit nih sewaktu masih tinggal di Banten, saya menemukan kejanggalan dalam rasa dari Gado2 Surabaya yang dijual disana..sampe2 saya mengernyitkan dahi,"tunggu,ini gado2 apa pecel?"..isinya pun gak beda dengan pecel;ada kangkung, kacang panjang dan tempe. Malah ada yang cara buatnya dengan diulek seperti membuat rujak cingur. Saya baru sadar bahwa gado2 dengan tehnik ulek itu ciri khasnya Gado2 Betawi. Tapi,saya pernah mampir di salah satu warung di sana yang citarasa, isiannya dan bumbunya mirip banget dengan gado2 khas Surabaya. Tapi, sayangnya warung itu gak bertahan lama. Kemungkinan rasa manis bumbu Gado2 asli Surabaya kurang bisa diterima di lidah orang Banten. Kalau berurusan dengan selera memang tidak bisa dipaksakan karena sudah terbentuk oleh lingkungan sosial di sekitar kita yang sudah membudaya sejak kita masih kecil. Maa syaa Allah...itulah indahnya negeri Indonesia. Ada banyak suku bangsa,banyak variasi kuliner yang berbeda antara 1 daerah dengan yang lain meskipun namanya sama tapi beragam citarasanya.
      Ngomong2 soal bumbu Gado2 Surabaya yang menjadikannya beda dari daerah lain, sebenarnya ada setidaknya 2 versi tekstur bumbu gado2 yang saya tahu sebagai 'arek Suroboyo' meskipun kedua-duanya berujung pada satu citarasa yaitu cenderung manis bercampur gurih. Yang pertama, bertekstur lebih kental, agak kasar dan buliran-buliran kacangnya masih terlihat. Jika dirasa, rasa kacangnya masih terasa di antara rasa manis dari gula jawa nya. Sementara versi kedua, teksturnya sangat halus hingga kita tidak bisa melihat lagi buliran2 kacang tanahnya,rasa kacangnya lebih 'light'  dan lebih encer dari yang versi pertama. Rasa 'light' saya ambil contoh, diwakili oleh Gado2 Surabaya di Jl. Pacar*tempat nostalgia saat SMP & SMA^-^. Rasa manisnya lebih dominan ketimbang rasa kacangnya. Sementara rasa yang lebih 'thick' atau kental diwakili oleh gado2 Surabaya yang mangkal di depan masjid Al-Falah. Bumbu kacangnya lebih berasa diantara rasa manisnya yang semriwing. Kalau saya ditanya,mana yang lebih saya sukai di antara ke 2 versi??saya akan jawab, "saya suka kedua-duanya, asal bukan gado2 rasa pecel "*LOL^-^. Bagi saya fans beratnya gado2 siram Surabaya,pecel ya pecel gado2 lain lagi rasanya^-^.
     Nah, kali ini saya akan membuat gado2 Surabaya versi gado2 Al-Falah yang buliran2 kacangnya masih terlihat dan lebih kental. Dan yang membuat hati senang dapat pujian dari suami kalo bumbunya sudah mirip bumbu gado2 Surabaya di Al-Falah dan mantaap rasanya..aih jadi tersipu2 sendiri^-^Alhamdulillah..
Baiklah kita simak bahan2 dan cara buatnya di bawah ini:

GADO- GADO SURABAYA
by Detik Viliana

Bahan:
225 gr kacang tanah dioven/goreng
100 gr gula merah jawa,sisir halus
5 bh cabe merah buang bijinya,goreng
3 siung bawang putih,iris tipis dan goreng
1 1/2 sdt garam
Seujung ibu jari asam jawa(atau rendam dulu lalu ambil airnya)
2 lembar daun jeruk purut, sobek2
700 ml air
1 sdm maizena dilarutkan dengan 100 ml air

Cara:
1.Blender kacang tanah beserta cabe,bawang putih goreng dan 700 ml air.
2. Masukkan ke dalam saucepan/ panci aduk2 hingga mendidih.
3. Tambahkan daun jeruk, asam jawa dan gula merah. Aduk rata.
4. Tambahkan larutan maizena. Aduk2 hingga mengental. Matikan api.

Bahan pelengkap:
250 gr kentang, kukus
200 gr wortel potong korek api, kukus
100 gr taoge, kukus
2 btr telur kukus
1/2 buah kol iris halus,kukus
2 ikat selada air
2 bh tomat
2 bh timun
Krupuk udang ,goreng
bawang goreng untuk taburan
- sambel rawit:
20 biji cabe rawit
5 bh lombok merah
3 siung bawang putih
garam sesuai selera
--------> rebus semua bahan lalu ulek halus, tambahkan garam.

Note:
- Kalau ingin tekstur bumbu yang lebih halus, diblender lebih lama hingga benar2 halus. 
- Jika ingin rasa yang lebih nendang lagi, bisa ditambahkan santan kental dengan mengganti sekitar 50-100 ml air dengan santan kental.


SELAMAT MENCOBA ^-^

Sabtu, 30 Mei 2015

Avocado Mousse Cake

Bismillah,


     Masih keranjingan membuat mousse judulnya..^-^. Kali ini saya ingin mousse saya berasa alpukat. Sebenarnya agak trauma berurusan dengan 'si ngeri2 sedap' ini (pinjem istilahnya teman dumay Mba Yekti Budiningsih). Bayangkan saja sudah 3x saya berurusan dengan buah ini dan semuanya berakhir tragis di tong sampah karena hasil akhirnya yang berasa pahit bin getir di lidah. Mulai dari bikin puding alpukat, biji salak alpukat sampe yang terakhir avocado cheesecake...bikin nangis sedih karena membuang2 makanan(baca: mubadzir) :(. Yang paling nyesek yang cheesecake itu. Tahu sendiri kan komposisi untuk membuat cheesecake bahan2nya lumayan? mana pake diniatin disiram ganache pulak...hiks3x. Hingga sekarang, buah alpukat masih menyisakan tanda tanya besar bagi saya. Entah kenapa jika dimasak atau kena panas rasanya jadi getir macam makan buah pare. Saya belum menemukan penjelasan ilmiahnya hingga hari ini.
    Yah lupakanlah sebentar untuk mencampur alpukat dengan bahan lain yang dimasak. Saya sejenak bermain aman dengan tidak memasak alpukatnya. Yaa tanpa memasaknya, cukup dicampur dengan krim kocok dan gelatin (halal) kemudian dimasukkan kulkas. Semudah itukah?yup membuat 'mousse cake' memang tidaklah terlalu sulit. Yang agak lama,membuat based cake-nya. Kali ini saya ingin membuat 'mousse' yang lebih kental dan kenyal dibanding postingan mousse cake saya dulu. Jadi kalau dipotong bisa rapi. Nah,diantara banyak variasi 'based cake ' yang cocok untuk 'mousse alpukat', pilihan saya jatuh pada brownies yang bercitarasa 'western'..yang citarasa coklatnya berlimpah, fudgy dan agak chewy. Untuk itu saya mengadaptasi resep Peppermint Mocha Brownies-nya  Bright Eyed Baker. Menurut saya, rasa alpukat yang creamy sangat pas berpadu dengan rasa coklat yang legit. Supaya lebih nendang lagi,bagian atas mousse disiram dengan ganache yang saya ambil resepnya di blog-nya Teh Ricke ...hmmm,kebayang kan makannya dingin2..rasa mousse alpukat-nya kenyal lembut dipadu dengan browniesnya yang chewy dan berlimpah coklat serta sensasi lelehan coklat ganache-nya...pas rasanya bagi penyuka coklat dan alpukat..

Ini dia resep dan caranya:


Avocado Mousse Cake
by Detik Viliana

Bahan Brownies:
100 gr mentega/margarin(saya 50 gr mentega+50 gr margarin)
130 gr coklat masak,potong2 kecil
----->lelehkan mentega lalu masukkan potongan coklat hingga lumer dan aduk rata.
75 gr terigu protein tinggi/sedang
1 sdt kopi instan bubuk
1/2 sdt garam
----->campur dan ayak jadi satu
2 butir telur
75 gr gula pasir
25 gr coklat masak cacah halus
Chocochip

STEP 1
Cara:
1. Kocok telur dan gula hingga soft peak(putih dan kental berjejak)
2. Masukkan lelehan mentega dan coklat. Kocok dengan kecepatan rendah hingga rata.
3. Masukkan terigu,kopi dan garam yang sudah dicampur sambil diayak di atas adonan. Aduk dengan spatula hingga rata.
4. Masukkan 1/2 adonan ke loyang bulat diameter 18 cm  yang sudah dialasi kertas roti dan dioles margarin/minyak.Taburi 25 gr cacahan halus coklat masak dan chocochips.
5. Tuang sisa adonan lalu ratakan.
6. Panggang di suhu 170°C yang sudah dipanaskan sebelumnya selama 30-35 menit.
7. Keluarkan dari oven dan dinginkan hingga set(untuk mempercepat setelah agak hangat taruh di kulkas)
8. Lalu keluarkan dari loyang bulat dan masukkan ke loyang ring diameter 18 cm.

Bahan Avocado Mousse (adaptasi dari buku resep "Dessert" oleh Sally Taylor):
220 gr alpukat
160 gr krim kental
15 gr gelatin
1 sdt perasan jeruk lemon /nipis
3 sdm gula pasir

STEP 2
Cara:
1. Blender alpukat dan gula hingga halus.
2. Masukkan gelatin bubuk ke mangkok yang sudah diisi 5 sdm air selama 5 menit.
3. Tim gelatin hingga larut dan berwarna bening.
4. Masukkan gelatin ke dalam alpukat yang sudah halus tadi.
5. Sementara itu di tempat lain, kocok krim kental hingga soft peak dan tidak perlu sampai kaku.
6. Campurkan krim kental ke dalam adonan alpukat hingga rata.

STEP 3
- Tuang adonan mousse ke atas brownies yang sudah set dalam loyang springform/ring. Masukkan freeezer hingga set atasnya. Lalu bisa dilanjutkan membuat ganache

Ganache(source: Ricke Indriani):
--->saya gunakan hanya 1/2 resep dari yang dibawah ini:
115 gr coklat masak
80 gr heavy cream
3 sdm madu
1 sdm minyak sayur/goreng
------>panaskan krim kental (tidak perlu sampai mendidih cukup ada buih2 di pinggiran wadahnya). Angkat.Masukkan potongan coklat masak dan aduk2 hingga larut. Tambahkan madu dan minyak sayur lalu aduk hingga rata.

STEP 4(Finishing)
♥ Keluarkan loyang berisi brownies yang sudah ditutupi avocado mousse dari freezer. Tuang ganache pelan2 dan ratakan. Masukkan kulkas semalaman hingga benar2 set. Baru loyang bongkar pasangnya bisa dilepas.

NOTE:
- Untuk mempermudah dan praktis, sebaiknya gunakan loyang bongpas/springfom supaya tidak kerja 2x seperti saya. Jadi, brownies-nya tidak perlu dipindah-pindah.
- Bagi penyuka rasa manis, adonan mousse alpukat-nya bisa ditambahkan gula pasir.
- Jika ingin tekstur mousse alpukat yang lebih lumer, maka jumlah gelatinnya bisa dikurangi maksimal hingga setengahnya dari takaran yang ada di resep.
- Jangan mengeruk buah alpukat terlalu dalam supaya tidak pahit.


SELAMAT MENCOBA ^-^




White Mousse Cake with Blueberry Jam Topping

Bismillah,

     Dulu awal2 tahu makanan ini dari acara 'ala chef' nya Farah Quinn..Saya pikir dulu 'mousse' dibaca seperti kita membaca 'mouse' (tikus in English). Saya pikir makanan apaan kok tikus dibawa2 segala??..Hadeeuh, ilfeel dong :( (ndeso beneran saya ini)
Nah,setelah nonton demonya si 'celebrity chef' itu baru ngeh kalo mousse itu salah satu menu dessert yang bacanya( mu:s). Bagi yang belum kenal dengan apa itu mousse ,yuk kita tengok bentar apa itu mouse. Eh,salah ding..mousse^-^
      Mousse(baca: mu:s)merupakan salah satu makanan penutup yang berasal dari Perancis yang bisa diartikan secara bahasa yaitu 'foam'(busa dalam bahasa Indonesia). Kenapa disebut busa?ya,karena bahan dasarnya krim kocok atau putih telur kocok sehingga memberikan tekstur antara ringan dan mengembang atau creamy dan kental tergantung dari teknik mana yang kita pakai. Mousse dibagi menjadi  2 rasa: manis dan gurih. Rasa manis biasanya karena kombinasi buah2an segar atau coklat. Sementara yang gurih berasal dari campuran ikan,telur atau liver.
      Sependek yang saya tahu, kita orang Indonesia lebih 'familiar' dengan rasa mousse yang manis ketimbang yang gurih(terutama yang dicampur dengan ikan atau liver)..Masih belum kebayang rasanya 'mousse' ikan lele atau ikan gabus.???..LOL. Ah, kita buat yang pasti2 aja dulu rasanya...biar itu urusan chef2 bintang lima yang mungkin jika di tangan mereka 'mousse ikan' jadi enak tiada taraa...^-^.
     Yang saya buat kali ini inspirasinya dari TCMC- nya Teh Ricke. Cuman saya hanya mengadopsi bagian putihnya saja. Karena ini pertama kalinya saya berurusan dengan mousse. Padahal saya sudah punya beberapa resep yang saya simpan sejak beberapa tahun yang lalu..whaatt?kemana aja selama ini kok baru eksekusi sekarang??..
Maklum, cari gelatinnya itu lho susyaah bingiits terlebih mencari yang berlabel HALAL. Saya mesti nunggu pulang kampung(baca:Surabaya) dulu untuk mendapatkannya. Jadi waktu pulkam,bener2 saya niatin untuk mencari si "Gelatin Halal" ini yang keberadaannya sungguh2 sangat langka di tempat saya tinggal :(. Nah, kebetulan juga ada sisa biskuit coklat tergeletak pasrah di kulkas selama berhari2..Daan ada sisa coklat putih dalam lemari yang saya hitung paas bener dengan jumlah coklat yang dibutuhkan dalam resep...ya,begitulah kalo sudah jodoh..pas semuanya..pas ada gelatin halal,pas ada biskuit coklat,pas ada coklat putih dan pas gak maless*LOL..^-^.
      Hasil akhir dari white mousse ini menurut saya teksturnya lumer seperti es krim. Bahkan cenderung agak 'mblendrek'(boso endi iku seh???)ketika diiris dengan pisau. Padahal sudah diinapkan semalaman di kulkas bawah. Kemungkinan dari penggunaan gelatinnya yang sedikit. Seandainya coklat putihnya diskip alamat ambyar kayaknya. Saya sempat was2 ketika mousse-nya gak set2 di bagian atasnya padahal sudah 6 jam lebih. Dan rasanya agak eneg yang kemungkinan berasal dari campuran krim dan coklat putihnya. Jadi menurut saya, lebih baik meniadakan coklat putihnya saja lain kali (tentunya akan merubah komposisi resep) atau jumlah blueberry jam-nya ditambah. Sebab rasa selai blueberry di bagian atasnya ternyata memberi rasa segar dan mengurangi rasa 'eneg'. Menurut putri saya, lebih enakan rasanya jika dimasukin freezer. Dan ternyata benar, teksturnya jadi gak terlalu cair dan lebih padat seperti es krim yang terjaga suhu dinginnya tapi begitu masuk mulut jadi lumer dan begitu juga dengan crust' nya jd lebih crunchy..Saluut deh untuk putri kecil saya yang sudah menemukan cara jitu menikmati "mousse cake" satu ini.
Btw, daripada keburu malem dengerin saya cerita ngalor ngidul,yuk ah kita langsung ke TKP....


White Mousse Cake with Blueberry Jam Toppping
Adaptasi dari: Ricke Indriani
Modifikasi: Detik Viliana

Bahan Based/Crust (adaptasi resep sajian sedap):
125 gr biskuit sobisco/oreo tanpa krim dihancurkan
65 gr margarin dilelehkan
--->campur jadi 1 lalu cetak di ring bulat diameter 18 cm yang bawahnya dialasi tatakan/gunakan springform. Tekan2 dan masukkan freezer antara 1/2 - 1 jam hingga set.
Bahan Mousse Putih (by Ricke Indriani):
110 gram susu cair (ditimbang)
5 gram gelatin bubuk
2 sdm air
175 gram white cooking chocolate, cincang kasar
300 gram non dairy whip cream dingin (jika dari whip cream bubuk bisa dibuat dari 100 gram whip cream bubuk + 200 ml air es)
Bahan Tambahan:
25 gr selai blueberry untuk topping
Cara membuat:
- Larutkan gelatin dengan 2 sdm air, aduk rata. Diamkan. Gelatin akan menyerap air dan membentuk gel. Sisihkan.
-Panaskan susu cair dengan api kecil, hanya sampai terlihat "bubble"/ busa di bagian pinggirnya yang tandanya mulai mendidih. Matikan api. Masukkan gelatin. Aduk rata dengan hand whisk sampai gelatin benar-benar larut.
Taruh white chocolate cincang dalam wadah agak besar. Tuangi susu panas. Diamkan hingga coklat putih terlihat meleleh. Aduk hingga tercampur rata. Sisihkan. Jaga tetap hangat kuku.
Kocok whip cream hingga setengah kaku (soft peak). Campurkan bertahap ke dalam campuran coklat putih. Aduk rata.
Penyelesaian:
- Keluarkan springform yang berisi crust yang sudah set dari freezer.
- Tuang White Mousse ke dalam loyang lalu ratakan. Masukkan freezer 1/2 set lalu tambahkan selai blueberry di atasnya. Buat pola sembarang dengan tusuk gigi. Lalu masukkan freezer lagi hingga benar2 set atau bisa dimasukkan di kulkas bawah semalaman. Baru bisa dikeluarkan dari loyangnya dan dipotong2.

SELAMAT MENCOBA ^-^

Jumat, 22 Mei 2015

Bika Ambon

Bismillah,

    Jika menyebut penganan Bika Ambon, maka saya selalu teringat dengan tebak2an soal makanan khas suatu daerah "Bika Ambon makanan khas darimana?" Tentu jika otak kita minim pengetahuan kuliner nusantara,ya kita akan dengan PD- nya menjawab ya jelas dari Ambon lah. Apa salah menjawab demikian?Dibilang salah bisa, karena memang pada kenyataannya kue ini asli Medan. Tapi juga gak bisa dibilang salah, bukankah Pie Susu Bali itu khasnya Bali?Japanese Cotton Cake dari Jepang?  Pecel Madiun asli Madiun?Gado2 Surabaya dari Surabaya? Selat Solo asalnya dari Solo?dan masih banyak lagi...Penamaan suatu daerah yang dilekatkan dengan makanan pada umumnya menunjukkan asal makanan itu berasal bukan hanya sekedar numpang eksis dan narsis saja. Tapi, Bika Ambon ini beda dan sangat menarik untuk ditelusuri sejarahnya.
Mengutip dari tulisan Tri Hartiningsih di Sayangi.com,
"Terdapat beberapa versi penjelasan terkait asal usul nama kue lezat ini. Menurut M Muhar Omtatok, seorang budayawan dan sejarahwan, kue Bika Ambon terilhami dari Kue khas Melayu yaitu Bika atau Bingka. Selanjutnya dimodifikasi dengan bahan pengembang berupa Nira atau Tuak Enau hingga berongga dan berbeda dari kue Bika atau Bingka khas Melayu itu.
--->kalau dirasakan,bika ambon memang terasa seperti bingka tapi teksturnya lebih ringan dari kue bingka yanglebih padat.
Muhar Omtatok juga menyebutkan bahwa kue ini disebut Bika Ambon karena pertama sekali dijual dan popular di simpang  Jalan Ambon, Sei Kera Medan. Diperkirakan, sebutan Bika Ambon muncul dari kebiasaan masyarakat yang dahulu baru mengenal bika yang diproduksi di Jalan Ambon tersebut. Penyebutan Bika Ambon akhirnya menjadi tradisi seiring dengan berkembangnya industri makanan ini.
Beberapa versi lain menyebutkan, Bika adalah panganan peninggalan bangsa Portugis setelah datang ke Ambon. Menurut pakar antropologi, Profesor Dr. Usman Pelly, Bika Ambon diperkenalkan warga Tionghoa sebelum masa kemerdekaan, namun belum dikonsumsi secara massal".
Jadi, demikianlah sekelumit sejarah tentang si legit dari Medan ini..
    Bagi saya,membuat bika Ambon dengan tangan kita sendiri sama menariknya dengan mempelajari sejarahnya. Ada begitu banyak versi resep maupun proses pembuatan bika Ambon. Setelah saya kumpulkan beberapa resep(itu kegemaran saya yang lain sebelum eksekusi satu resep,sudah pasti ngumpulin resep2 sejenis untuk perbandingan..^-^),Saya dapati ada yang menggunakan 'full' kuning telur dan ada juga yang menggunakan 'full' telur utuh. Dan yang lebih menarik lagi, proses pembuatannya ada yang dibuat biang dulu baru dicampur dengan bahan yang lain tapi ada juga yang langsung dicampur semua. Ada yang lebih unik lagi,ada yang pake acara dikeplok2 dulu selama 20 menit -an tapi ada yang sangat simpel hanya dengan mengocok telur kemudian mencampur dengan bahan2 yang lain. Nah,yang lebih membuat dahi saya berkernyit,ada resep yang mengharuskan busanya dibuang setelah fermentasi dan tidak boleh diaduk lagi(apa sebabnya,sampai sekarang pun saya belum menemukan logikanya). Belum lagi proses panggangnya gak kalah hebohnya,ada yang dipanggang seperti memanggang martabak manis baru dimasukkan oven setelah sarang terbentuk sempurna(1),ada juga yang dipanggang suhu rendah dulu di suhu 160 °C baru dinaikkan ke suhu 180°C setelah sarangnya terbentuk(2) dan ada pula yang memanggangnya dengan mengganjal pintu oven hingga sarang terbentuk baru ditutup(3).
     Baru tahap mempelajari resepnya saja,sudah membuat saya "maju mundur cantik". Apalagi pembuatan kue ini susah2 gampang mirip dengan pembuatan martabak manis yang butuh kesabaran tinggi.
Berhari2 mengamati resep2 yang saya kumpulkan, Alhamdulillah ketemu resep dan cara yang saya dapat 'feel-nya' yaitu resep yang di -share oleh Chef Budi Sutomo. Dan alhamdulillah saya gak salah dengan pilihan saya, langsung berhasil bahkan saya sudah 2x mengeksekusi resep ini. Rasa manisnya pas,tekstur sarangnya yang 'melegenda'itu juga dapat, dan yang paling saya suka caranya itu lho simpel banget...pas banget untuk 'amateur baker' seperti saya yang minim ilmunya.
     Dalam postingan ini,akan saya sertakan pula hasil eksperimen sederhana saya saat memanggang adonan dengan 2 cara berbeda seperti yang sudah saya jelaskan di atas.

Nah,yuk kita simak resep dan caranya berikut ini:

Resep Bika Ambon
By Chef Budi Sutomo

Bahan:
Biang
1 sdm gulpas
1 sdm terigu
60 ml air
11 gr yeast/ragi instan
Bahan Bika
300 ml Santan kental
5 lbr daun jeruk purut
2 batang sereh
--->rebus jadi satu lalu dinginkan
250 gr gula pasir
10 kuning telur
1/2 sdt garam halus
150 gr tepung sagu tani/tapioka(pilih yang kualitas bagus)

Cara:
- Buat biang lebih dulu. Biarkan 5 menit atau hingga berbusa.
- Kocok kuning telur dan gula pasir serta garam dengan mixer kecepatan tinggi hingga lembut(tidak perlu sampe kental berjejak)
- Masukkan tepung bergantian dgn santan hingga habis. Kocok dgn speed rendah hingga tercampur rata.
- Masukkan biang lalu aduk dengan spatula hingga rata.
- Diamkan kurang lebih 2 - 3 jam.
- Panaskan oven di suhu 160 dercel.
- Tuang di cetakan mufin yg sdh dioles minyak.
-  Panggang selama 25-30 menit(kalau sudah terlihat bersarang banyak) lalu naikkan suhunya di 180 dercel selama 10-15 menit atau hingga matang dan kecoklatan.
- Keluarkan dari oven lalu dinginkan.Kemudian keluarkan dari cetakan.


Note:
- Saya hanya menggunakan 1/2 resep di atas.
- Jika setelah 2 - 3 jam adonan tidak ada busanya, sebaiknya jangan repot2 untuk memanggangnya. Itu artinya fermentasi adonan Anda sudah gagal. Paling lama fermnetasi sekitar 3 jam-an supaya bau asam tidak terlalu menyengat.
- Sebaiknya gunakan santan kental segar untuk memperoleh hasil yang lebih 'nendang'. Dikarenakan tragedi beli santan segar 1 hari sebelum eksekusi resep dan ternyata 'basi' di keesokan harinya. Akhirnya saya gunakan santan instan di resep ini..(padahal sudah dimasukin kulkas..'~').
- Setelah fermenatasi, busa tidak perlu dibuang cukup diaduk2 hingga rata.
- Teknik panggang di resep ini sebenarnya cukup simpel yaitu dengan memasukkan adonan di cup muffin lalu panggang 40 menit di suhu 200°C. Tapi,hasilnya malah jadi bolu..hiks3x. Akhirnya saya gunakan teknik panggang seperti di atas yaitu dengan menggunakan api bawah 160 ° C sampai sarang terbentuk baru dinaikkan ke suhu 180°C sampai matang.
--->loyang tidak perlu dipanaskan dulu,hanya oven saja yang dipanaskan lebih dulu.

Nah ini dia teknik panggang yang berbeda menghasilkan hasil yang berbeda pula seperti gambar berikut ini:

 Hasil Eksperimen:
  • gambar 1 menggunakan teknik sesuai dengan petunjuk resep aslinya yaitu adonan dimasukkan ke dalam cetakan muffin satuan yang sudah dioles minyak lalu dipanggang di suhu 200 derajat celcius selama 40 menit. Jangankan hingga 40 menit, di menit ke-20 an bika ambon saya sudah menunjukkan tanda2 akan gosong. Jadi, buru2 saya keluarkan dari oven. Hasilnya memang tidak bantat dan lembut seperti bolu tapi sarangnya yang sudah melegenda itu tidak tampak sama sekali. Bagi saya," bika ambon tanpa sarangnya seperti seorang pendekar tanpa pedangnya"...LOL^-^
  • gambar 2 menggunakan teknik panggang di atas teflon (seperti kita memanggang martabak manis). Jadi, cetakan muffin yang sudah dioles minyak tipis2 diletakkan di atas wajan teflon yang lebar lalu dipanaskan kurang lebih 20 menit-an dengan api kecil hingga benar2 panas yang ditandai jika adonan dituang ke dalamnya akan berdesis atau berbunyi cesss...Setelah sarang terbentuk sempurna, baru ditutup hingga matang. Jika ingin bewarna kecoklatan di bagian atasnya, dengan cara dibalik di atas wajan teflon tadi sekitar 1-2 detik(jangan terlalu lama karena bisa gosong).




Dari eksperimen saya di atas, bisa disimpulkan:
Jika Anda memiliki oven ,maka: 
1. Gunakan cara seperti yang tertulis di resep di atas(diset dari suhu rendah lalu ditinggikan)
2. Bisa juga dengan teknik panggang di wajan teflon hingga bika bersarang, lalu pindahkan ke oven untuk mematangkannya.
Jika tidak memiliki oven, maka:
1. Gunakan teknik panggang seperti yang sudah saya jelaskan di eksperimen gambar 2 atau bisa mengintip Dapur Griya Khayangan-nya mba Ita yang menjelaskan lebih detil tentang cara memanggang bika Ambon di atas kompor *disini


Selamat Mencoba dan Berkreasi^-^




2 in 1 Banana Chiffon Cake

Bismillah,


   Latepost(maaf, ini harusnya sudah diposting tahun lalu tapi baru sekarang tayang..hadeeuh),

    Masih berkutat dengan pisang dan chiffon..Entah kenapa saya lebih sreg mengeksekusi resep dengan teknik pembuatan chiffon cake ketimbang teknik lain terutama teknik pound cake.bukannya gak mau, cuma ngelihat banyaknya terigu yang perlu dimasukkan plus jumlah mentega yang lumayan membuat saya keder( jumlah kalori bejibun plus lemak jenuh yang lumayan banyak...wow). Itulah sebabnya saya selalu maju mundur cantik...cantik..ish3x^-^ (beneran si mbak ayu tuh kata2nya selalu fenomal sampe ikutan nyelip dalam blog saya.*-^). Alasan lain, saya dan keluarga suka banget dengan tekstur ringan dan moist -nya chiffon. Istilahnya gak berasa eneg(apa ya istilah Indonesianya eneg yang tepat??)..Aih, daripada sibuk bahas Bahasa Indonesia yang benar,mending kita bahas resep banana chiffon cake yang satu ini.
Kali ini saya benar-benar menggunakan loyang tulban yang menunjukkan jati diri chiffon yang sesungguhnya(jiaah, mulai lebay:))
Resep kali ini saya mengadaptasi dari dapurnya Kitchentigress. Jika ingin resep aslinya bisa diklik *disini

Two in one Banana Chiffon Cake

Adaptasi dari Kitchentigress
Modifikasi: Detik Viliana
 


Bahan:
175 gr pisang masak
4 butir kuning telur
20 gr gula pasir
40 gr minyak sayur
40 gr susu cair
80 gr tepung terigu protein rendah
1/4 sdt baking powder(saya skip)
1/2 sdt baking soda(saya skip)
1/8 sdt garam

140 gr(4 btr)putel
1/16 cream of tar2(saya skip diganti dengan 1 sdt jeruk nipis peras)
30 gr gula pasir

Bahan tambahan:
1/2 sdt pasta kopi
25 gr coklat  bubuk

Cara:
1.Siapkan loyang tulban diameter 15 cm x 10 cm
2. Panaskan oven di suhu 160 dercel.
3. Masukkan loyang-nya.
4. Blender pisang dan susu hingga halus. Sisihkan
5. Kocok kuning telur dan gula pasir hingga pucat dan mengembang.
6. Masukkan ayakan terigu dan garam. Aduk rata atau kocok dengan mixer kecepatan rendah.
7. Tambahkan minyak sayur. Aduk balik dgn spatula hingga rata.
8. Masukkan meringue(kocokan putih telur) 1/3 bagian - 1/3 bagian hingga habis. Aduk balik.
9. Bagi adonan menjadi 2. Satu bagian tambahkan vanilla dan satu bagian tambahkan pasta kopi 1/2 sdt.
10. Keluarkan loyang chiffon dari oven. Lalu tuang adonan vanilla lebih dulu.
11. Hentakkan beberapa kali.
12. Ayak coklat bubuk di atasnya hingga rata dan tertutup semua. Lalu tuang adonan pasta kopi di atasnya perlahan2 hingga habis.
13. Panggang di suhu 160 dercel selama 65 menit atau hingga matang(tes tusuk untuk meyakinkan)
14. Keluarkan lalu balik loyang chiffon. Dinginkan.
15. Setelah dingin baru keluarkan cake dengan cara diseset pinggirnya dengan pisau tipis yang tajam.

 Note:
- Saya melanggar aturan resep si mpok kitchentigress dengan tidak menambahkan baking powder,baking soda dan cream of tar2.
  • * cream of tar2 tidak boleh digunakan oleh Muslim karena bahan ini merupakan produk sampingan dari proses fermentasi anggur menjadi 'wine' kecuali yang sudah bersertifikasi halal yang notabene harganya juga lumayan mahal karena diimpor dari luar negeri. Cream of tar2 yang halal tidak dibuat dari produk sampingan 'wine', tapi dari ekstrak buahnya langsung.
Akhirnya, cake jadi tidak tinggi karena jumlah pisang yang ditambahkan cukup banyak dan tidak diimbangi bahan pengembang.
Tapi, ketidakhadiran bp dan bs tidak mempengaruhi rasa dan teksturnya..
Hasil akhir cake ini sesuai yang saya harapkan..ringan, moist, lembut dan aroma pisangnya kuat..
- Hanya saja, seperti halnya cake pisang yang lain, cake ini tidak bisa disimpan lama-lama di suhu ruang karena akan menjadi lembab(sebaiknya disimpan di kulkas atau segera dihabiskan)

Happy Baking^-^


Selasa, 12 Mei 2015

Klappertaart

Hari ini punya banyak stok kelapa muda..yg terpikir adalah bikin sesuatu yg manis dan simple utk sajian pembuka berbuka puasa nanti(kebetulan hr ini hari pertama puasa ramadhan 2014 yg bertepatan jg pertama kalinya saya ngeblog)
Akhirnya,pilihan saya jatuh padaaa..y 'klappertaart versi original'.emang ada yg palsu??(hehe..ada2 aja).
Saya sdh lama pengen eksekusi tp terkendala stock kelapa muda yg gak sewaktu2 ada. Dan masih bingung jg menentukan resep mana yg pas dan cucok di hati..setelah ngelihat beberapa resep,akhirnya saya jatuh hati pd kumpulan resep femina primarasa yg kelihatan simple cara buatnya dan tentunya hemaat telur(dasar emak2 suka ngiriit..)
Alhamdulillah,meski ini yg pertama kalinya saya buat klapertaart. Tp,insya Allah soal rasa dan tekstur pas banget. Resep ini cocok utk yang mencari jenis klapertaart yg lembut membelai lidah seperti puding ditambah rasa 'light' dan manis dari topping 'meringue'- nya. Plus aroma kayu manisnya yg mild dan vanilla membaur harum di indera penciuman. Jika ingin rasa cinnamon yg kuat bisa ditambah porsi kayu manisnya.
yah,drpd berputar2..yuk kita simak resep dan cara buatnya:



resep:
100 gr gulpas
100 gr kelapamuda kopyor(atau kelapa hijau yg muda)
1/4 sdt vanili
4 kuning telur
2 putih telur
75 ml skm
250 ml susu uht(lbh enak susu evaporasi..lg gk ada stock)
50 gr terigu pro sedang
50 gr kismis rendam air panas
75 gr kenari cincang(optional..lg gak ada stock jg)
2 btg kayu manis(Saya ganti 1/2 sdt kayu manis bubuk)
Kayu manis bubuk utk taburan

lapisan:
2 putih telur
1/4 sdt cream of tar2(saya skip)
1 sdm gula pasir

Cara:
- masukkan 150 ml susu uht dengan gula,skm,kayu manis dan vanila ke saucepan/atau panci. Masak dgn diaduk hingga gula larut. Gunakan api sedang.
setelah itu,masukkan larutan terigu (100 ml susu + terigu)dan telur (Kutel dan putel dikocok lepas) ke larutan susu dan gula(ambil kayu manisnya)aduk hingga agak kental. Lalu matikan api.
- Kemudian masukkan kelapa muda dan kenari cincang dan aduk rata.
- Panggang dengan suhu 180°C dg cara au bain marie selama 15 menit
sementara itu kocok putih telur hingga setengah mengembang. Masukkan gula bertahap.Kocok dg speed tinggi hingga stiff peak/kaku.
Setelah 15 menit keluarkan adonan,topping dg putih telur kocok tadi.Lalu panggang dg api atas selama 7 menit.

Note:
Utk mendapatkan tekstur yg halus.larutan tepung dan telur dicampur rata kemudian disaring sebelum dimasukkan ke larutan susu dan gula.