.feed-links{ display:none;
Tampilkan postingan dengan label Donat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Donat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Maret 2016

Donat Kentang Sawi Hijau

 DONAT KENTANG SAWI


Bismillah,
           Di hari Jum'at yang cerah jadi juga akhirnya mengeksekusi donat kentang sawi, setelah bergulat dengan kemalasan selama beberapa hari. Padahal kentangnya sudah saya kukus sekitar 2 hari sebelumnya. Ketika melihat resep ini,hal pertama yang membuat saya tertarik adalah warna hijaunya yang alami dari daun sawi. Kebetulan, anak-anak tidak suka dengan sawi yang pahit. Ah kenapa tidak pikir saya untuk memasukkan sawi ke cemilan favorit anak-anak saya. Ide yang kreatif terkadang butuh usaha yang besar pula. Selain mengukus kentang, kita juga mesti merebus sawinya kemudian diblender dan disaring untuk diambil sarinya..*fiuuh betapa ribetnya. Sampai segini, saya mesti mengumpulkan ekstra ' good mood ' dan waktu hingga alhamdulillah terwujud juga. Untuk kemalasan ini, tolong jangan dicontoh ya..^-^
        Sebenarnya keribetan membuat donat kentang sawi hanya terjadi di awal. Setelahnya tidaklah terlampau sulit bagi yang terbiasa membuat donat kentang. Yang mesti diperhatikan dalam membuat donat kentang sawi ini adalah kita mesti berhati-hati untuk menambahkan sari sawinya. Tadi saya kurang cermat membaca resepnya, saya habiskan semua cairannya hingga konsistensi adonan menjadi lembek sementara saya lupa memasukkan kuning telurnya..Ya Allah!(sembari bergumam istighfar berkali2). Akhirnya dengan terpaksa saya tambah sekitar 1-2 sdm terigu sambil terus saya mixer dengan hand mixer. Alhamdulillah konsistensi adonannya cenderung lebih baik meski masih agak lengket di tangan. Kesulitan selanjutnya menurut saya adalah saat proofing harus tepat. Tidak seperti biasanya saat saya membuat donat kentang, yang hanya butuh waktu proofing sekitar 15-20 menit setelah dicetak. Tapi, entah kenapa untuk donat satu ini saya butuh sekitar 45-60 menit untuk membuatnya mengembang. Saya sempat memaksakan diri untuk menggoreng beberapa buah donat yang belum maksimal proofing-nya. Hasilnya adalah 'ring' yang melegenda itu tidak tampak sama sekali. Meskipun hasilnya juga lembut tapi teksturnya jadi agak berat. Analisa sementara saya, kemungkinan proofing lama adalah karena adanya kentang dan sawi menjadikan adonan lebih berat ditambah juga faktor cuaca mendung yang akhir2 ini sering menggelayuti 'kota minyak' ini.
       Jika Anda perhatikan foto donat di atas, tampak terlihat donatnya sampai agak 'mbleyot' *bahasa endi iki seh? hal ini dikarenakan saya mem-proofing adonan hingga maksimal agar hasilnya ringan dengan resiko ketika donat menjadi dingin, kulitnya akan mengkerut (bukan kempis ya..) Ya, semua terserah Anda.
Dalam resep, sawi hijau harusnya 100 gr tapi saya kurangi menjadi 80 gr bukan karena apa-apa tapi dikarenakan stok sawi tinggal 80 gr dan gak mungkin di tengah hutan ini nungguin tukang sayur lewat di depan rumah kecuali kita mau usaha untuk ke pasar untuk beli 20 gr sawi???*gak sebanding kan?..*LOL
Yang pasti, donat ini recommended untuk dieksekusi. Teksturnya lembut kenyal khas donat kentang dan rasa pahit sawi tidak berasa sama sekali. Jadi cocok untuk ibu2 yang buah hatinya susah makan sayur terutama sawi. Menyembunyikan sawi dalam donat. Bukankah ini ide yang menarik??? 




Donat Kentang Sawi
Source: Booklet Koki
Recook by: Detik Viliana

Bahan:
150 gr terigu protein tinggi
50 gr terigu protein sedang
10 gr susu bubuk
1/4 sdt baking powder
1 sdt ragi instan
25 gr gula pasir
100 gr kentang kukus,haluskan
1 butir kuning telur
40 ml air es
100 gr daun sawi hijau potong kasar dan rebus(saya gunakan hanya 80 gr)
25 gr margarin
1/2 sdt garam

Cara:
1. Blender sawi hijau yang sudah direbus dengan 40 ml air es hingga halus. Lalu saring dan sisihkan.
2. Campur jadi satu bahan kering yaitu terigu, susu bubuk,baking powder, ragi instan dan gula pasir. Aduk rata.
3. Tambahkan kuning telur dan masukkan sari sawi sedikit demi sedikit dan uleni hingga setengah kalis(saya gunakan hand mixer)
4. Tambahkan margarin dan garam lalu uleni hingga adonan kalis elastis( saya hanya sampai tahap "circle tear").
5. Proofing adonan dengan ditutup plastik sekitar 20-30 menit (saya butuh waktu 1 jam)/ hingga mengembang 2x.

6. Jika sudah mengembang,kempiskan adonan lalu bagi adonan @40 gr (1 resep jadi 12 bh). Bulatkan/rounding dan diamkan 10 menit.
7. Cetak lalu diamkan lagi untuk proofing ke- 2 sekitar 15 - 20 menit(saya butuh waktu 45-60 menit /hingga mengembang)
8. Goreng di minyak banyak dan menggunakan api kecil.
9. Tiriskan dan beri topping sesuai selera(saya lebih senang dengan taburan gula donat)



 
Selamat Mencoba ^-^


Minggu, 10 Mei 2015

Donat Topping DCC

Bismillah

Late post,

        Kedua putri cantik dan sholihah saya sangat menggemari donat. Bahkan saking sukanya,sekali makan habis hingga 5 buah. Kebetulan kemarin kakak Ilma gak masuk sekolah karena masih proses penyembuhan alergi kulitnya yang terindikasi kemungkinan besar karena alergi protein hewani dan air yang mengandung kaporit tinggi(get well soon y..). Jadilah saya dan anak2 seru-seruan buat donat. Si Kakak ngebentuk donatnya seperti kepiting sementara si adik sibuk ngotorin lantai dengan terigu^-^ Asyik banget pokoknya.
        Resep donat kali ini masih setia dengan resep chef Sangjin Ko dengan sedikit modifikasi. Alasan tetap setia dengan resep ini karena si kakak alergi telur selain juga iriit yak.
       Saya modifikasi di bahan dan caranya. Resep chef Sangjin Ko sebenarnya tanpa ulen. Tetapi disini saya ubah tekniknya dengan menguleni sebentar setelah adonan mengembang 2x. Sementara itu,penggunaan mentega yang seharusnya dicairkan dulu saya biarkan apa adanya. Mentega saya masukkan di awal bersama terigu. Saya aduk hingga membentuk 'crumbled'  baru dituangi campuran ragi dan susu hangat(ini inspirasinya dari teknik membuat roti mba Nikmatul Rosidah)

Eggless donat
by Chef Sangjin Ko
modifikasi: Detik Viliana

Bahan:
300 gr terigu pro sedang
35 gr butter
50 ml air hangat
145 ml susu hangat(spy mudah dibulatkan jd 150 ml)
1 1/4 sdt ragi instan
45 gr gula pasir
1/2 sdt garam

Cara:
-Buat biang dgn memasukkan ragi instan ke dalam air hangat dan 1/4 sdt gula.
-diamkan 10 menit hingga berbuih(kalau tidak berbuih berarti raginya mati)
-hangatkan susu campur dgn gula dan garam.aduk rata
-biang ragi dan larutan campur jadi satu. Aduk rata dan sisihkan
.-di wadah lain,masukkan terigu yg sdh diayak dan butter yg sdh didiamkan di suhu ruang.
-remas2 butter dgn terigu hg terbentuk butiran2 'crumbled'
- masukkan cairan ragi dan susu. Aduk dgn sendok kayu hingga rata dan membentuk gumpalan.
-tutup plastik dan serbet basah/tutup wadahnya(saya pakai tupperware)
-istirahatkan selama 90 menit(2-3x bentuk semula)
-pindah ke meja kerja yg sdh ditaburi tepung. Uleni dgn memukul2 adonan dgn rolling pin. Karena adonannya lengket,bungkus rolling pin dgn plastik atau tutupi adonannya dgn plastik. Pukul2 sekitar 3-5 menit.
-setelah kalis, masukkan lagi ke wadah dan tutup lagi dengan plastik.
-Rehatkan hingga 10-15 menit.
- Bagi adonan sesuai selera sekitar @40 gr untuk ukuran sedang. Kalau ingin agak besar, bisa per adonannya seberat @50 gr.
- Rounding hingga mulus sampai adonan habis.
- Diamkan 10 menit. Lalu lubangi dgn bantuan spuit. Diamkan 10 menit.
- Goreng di minyak banyak yg sudah dipanaskan sebelumnya. Goreng dengan 1x balik.
- Tiriskan dan beri topping dengan lelehan coklat masak atau sesuai selera setelah dingin.



Note:
*Butter bisa diganti dengan minyak sayur.
*Susu cair bisa diganti dengan susu bubuk atau susu kedelai.
* jangan sampai overproofing jika tdk ingin donat Anda menjadi mengkerut setelah digoreng.
* usahakan suhu minyak stabil agar tidak mudah gosong.

Topping:
75 gr dcc dilelehkan

Happy Frying ^-^